Kilas Balik Forest Talk With Blogger dengan tema "Menuju Pengelolaan Hutan Lestary"


Assalamualaikum warahmatullahi warabrokatuh. Selamat siang semuanya.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat sejak berlangsung nya acara Forest Talk With Blogger Pontianak pada tanggal 20 April 2019 di hotel Ibis kemarin dengan tema "Menuju Pengelolaan Hutan Lestary". Meskipun waktu sudah berlalu selama 12 hari, ilmu yang didapat tidak akan lekang oleh waktu. Saya masih ingat sekali dengan Acara Forest Talk With Blogger Pontianak yang diselenggarakan oleh www.lestarihutan.id dan www.yayasandoktorsjahrir.id , dimana pada acara ini menghadirkan narasumber yang bisa membuka wawasan kita tentang Hutan. Berbicara tentang hutan, tidak hanya berbicara tentang kayu, pohon, hijau. Tetapi juga tentang manusia, hewan, tumbuhan yang hidup disekitarnya. Penasaran ? siapa saja narasumbernya.

Berikut adalah narasumber diacara Forest Talk With Blogger Pontianak :  

1. Dr. Amanda Katili Niode



    Ibu Amanda adalah narasumber pertama yang menyampaikan tentang perubahan cuaca yang terjadi di dunia, khususnya Indonesia. Dimana perubahan cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia mengakibatkan 2481 bencana dan 97% diantaranya adalah hidrometeorologi. Akibatnya 10 juta orang menderita dan mengungsi.

Lantas apa yang menyebabkan perubahan cuaca ini ? dan siapa yang seharusnya bertanggung jawab terhadapnya ?

Jika ditelusuri lebih dalam, faktor terbesar penyebab perubahan cuaca adalah manusia. Lebih tepatnya aktivitas yang dilakukan manusia secara berlebihan seperti tambang batu bara yang merusak hutan sehingga hutan yang rusak tidak mampu menyerap CO2, pembakaran hutan secara illegal, kendaraan motor yang masih menggunakan bahan bakar fosil dimana hasil dari pembakaraan kendaraan dapat mencemari udara dan masih banyak aktivitas lainnya.

Jika sudah begini siapa yang seharusnya bertanggung jawab ? apakah pemerintah yang harus bertanggung jawab karena memberikan izin terhadap perusahaan pertambangan atau kita sebagai masyarakat Indonesia yang tidak peka dan hanya bisa berbicara dengan komenan pedas dimedia sosial serta menuntut pemerintah ? terlepas dari semua itu, kita sebagai warga negara Indonesia berkewajiban untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan di sekitar, apapun pekerjaan anda, anda tetap harus melestarikannya, jika tidak mampu melestarikan setidaknya anda harus menjaga dan tidak merusaknya.

2. Dr. Atiek Widayati





   Nah, narasumber kedua ini adalah ibu Atiek, yang membahas tentang “Pengelolaan hutan dan lanskap yang berkelanjutan”. Definsi hutan : “Suatu wilayah dengan luasan lebih dari 6,25 ha dengan pohon dewasa lebih tinggi dari 5 meter dan tutupan kanopi lebih besar dari 30%”.  Akan tetapi hutan tidak hanya tentang pohon-pohon saja, tetapi ada kehidupan lain disana, ada manusia yang mencari nafkah dengan memanfaatkan hutan dan ada juga binatang-binatang yang hidup dan bertahan dihutan.

Seiring berjalannya waktu wilayah hutan semakin berkurang di Indonesia. Akibat dari deforestasi dan degradasi hutan. Deforestasi adalah perubahan permanen dari areal berhutan menjadi areal tidak berhutan, sedangkan Degradasi adalah perusakan dan penurunan kualitas hutan.



Gambar diatas adalah data statistic dari lajunya proses deforestasi di Indonesia. Dari tahun ke tahun proses deforestasi di Indonesia semakin berkurang. Berkurang disini bukan akibat dari sadarnya pelaku akan proses deforestasi yang merusak areal hutan, tetapi karena semakin berkurangnya wilayah hutan yang bisa deforestasi di Indonesia.

Salah satu cara untuk mengembalikan fungsi hutan yaitu melalui pengelolaan lanskap berkelanjutan. Dengan mengkonversikan hutan menjadi lahan perkebunan atau pertanian. Sehingga tetap dapat menyerap CO2 walaupun tidak sebaik dan sekuat hutan pada umumnya.

     3. Dito Cahya Renaldi





  Bang Dito adalah narasumber terakhir yang membahas tentang pemanfaatan hutan untuk masyarakat. Masyarakat dapat mengambil serta mengelola manfaat dari hutan yang non kayu. Lalu apa saja kah contoh hasil hutan non kayu, yaitu madu. Madu merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki ragam manfaat serta rasa yang manis.

Contoh lain hasil hutan dari kayu adalah papan. Papan biasa digunakan untuk membangun rumah. Akan tetapi Segala manfaat yang dimiliki oleh hutan jangan sampai diambil secara berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.


  Tidak hanya narasumber yang luar biasa, tetapi juga antusiasme dari Komunitas Blogger Pontianak yang ikut memeriahkan acara tersebut. Berikut merupakan salah satu foto kemeriahan serta keseruan diacara Forest Talk With Blogger Pontianak.


    Besar harapan saya, supaya kedepannya acara seperti ini dapat terus dilanjutkan. Mengingat tentang pentingnya Hutan dalam kehidupan kita. Acara seperti ini juga mengingatkan kita tentang penting nya menjaga alam sekitar serta mengolahnya nya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apalagi yang datang menghadiri mayoritas adalah anak muda yang akan menjadi pemimpin serta pembangun bangsa kedepannya. Oleh karena itu, Ayoo kita bersama menjaga hutan dan alam disekitar kita supaya anak dan cucu kita dapat melihat serta merasakan manfaat hutan. Serta kita sebagai anak muda harus menjadi penggerak orang-orang disekitar kita untuk menjaga serta melestarikan hutan, dan jangan lupa untuk menegur teman atau siapapun itu yang mencoba merusak alam sekitar kita. 

Berbicara tentang menegur, saya jadi teringat dengan kata-kata Soe Hok Gie yaitu "Karena Mendiamkan Kesalahan adalah Kejahatan".

Saya akhiri, maaf jika ada salah kata dan perbuatan. Karena saya membuka dengan salam, maka saya akhiri dengan salam juga.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Kilas Balik Forest Talk With Blogger dengan tema "Menuju Pengelolaan Hutan Lestary""

  1. Bumi makin rusak akibat ulah manusia... Kasihan anak cucu kita nantinya,

    btw tulisannya bagus, moga aja bnyk yang baca spy pd sadar akan pentingnya keseimbangan alam

    ReplyDelete
  2. agenda-agenda seperti ini yang perlu mendapat perhatian dari semua kalangan, demi indonesia yang sehat

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel